-
UBM Edufest Day 1, 4 Oktober 2012 dengan seribu teman-teman SMA se-Jabodetabek di Universitas Bunda Mulia bersama Acha Septriasa yang pertamakalinya menyanyikan soundtrack “Curhat Buat Sahabat” ke hadapan publik, Marcella Zalianty sutradara “Malaikat Juga Tahu”, dan Rachel Maryam sutradara “Firasat”
-
Teaser poster film omnibus RECTOVERSO. Menampilkan lima sutradara perempuan yang menyutradarai masing-masing satu kisah dalam film ini:
- Olga Lydia (Curhat Buat Sahabat)
- Cathy Sharon (Cicak di Dinding)
- Marcella Zalianty (Malaikat Juga Tahu)
- Happy Salma (Hanya Isyarat)
- Rachel Maryam (Firasat).
-
Pembuatan film “Firasat”, bagian dari omnibus film “Rectoverso”.
-
Simak komentar para sutradara film “Rectoverso” tentang arti dan makna setiap cerita bagi mereka.
Film “Rectoverso” akan hadir di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada 27 September 2012.
-
Cerita-cerita di film Rectoverso
1. Malaikat Juga Tahu
Sutradara: Marcella Zalianty
Penulis: Ve Handojo
Sinopsis:
Abang adalah seorang anak penderita autisme yang hidup bersama ibunya (Bunda) dan anak-anak kos di rumah mereka. Salah seorang anak kos itu adalah Leia. Leia adalah satu-satunya penghuni kos yang menaruh perhatian lebih terhadap Abang dan bisa berteman dengannya. Tanpa Leia sadari, Abang jatuh cinta padanya.
Hal ini meresahkan Bunda yang tahu bahwa cinta tidak mungkin terjalin antara Abang dengan Leia.
Firasat Bunda ini semakin diteguhkan ketika Han, adik Abang, pulang ke rumah setelah menyelesaikan studinya di luar negeri. Han segera akrab dengan Leia. Cinta yang terjalin di antara Han dan Leia membuat Abang terluka.
——————————————————————————————
2. Firasat
Sutradara: Rachel Maryam
Penulis: Indra Herlambang
Sinopsis:
Senja bergabung dengan Klub Firasat, di mana setiap minggu para anggotanya berkumpul untuk berbagi cerita tentang berbagai pertanda. Senja bergabung ke dalam klub itu karena Ia selalu mendapat firasat setiap kali Ia akan ditinggal oleh orang terdekatnya. Ini terjadi sebelum Ayah dan adiknya meninggal dunia dalam kecelakaan.
Alasan lain adalah ketua Klub Firasat yang bernama Panca. Seorang lelaki karismatik yang ketajaman intuisi dan pengalamannya mendalami firasat begitu mengagumkan. Senja jatuh cinta pada Panca.
Hingga suatu saat Senja mendapat firasat buruk. Ia akan sekali lagi mengalami kehilangan. Bagaimana Senja mengatasi hal ini? Apakah kali ini firasatnya akan membantu Senja menghindari kesedihannya?
——————————————————————————————
3. Curhat Buat Sahabat
Sutradara: Olga Lydia
Penulis: Ilya Sigma dan Priesnanda Dwi Satria
Sinopsis:
Meskipun berbeda sifat, Amanda yang supel dan ceria mampu menjalin persahabatan dengan Reggie yang sabar, kalem, dan siap mendengarkan curhat Amanda. Kapanpun Amanda butuh, Reggie selalu hadir.
Suatu saat, Amanda jatuh sakit. Ia sadar bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa Ia mintai tolong, bahkan pacarnya. Hanya Reggie yang bisa menolongnya.
Pertolongan Reggie membuat Amanda menyadari bahwa yang ia butuhkan selama ini hanyalah orang yang menyayanginya apa adanya dan orang tersebut adalah Reggie. Namun di sisi lain, diam-diam Reggie mulai menyadari bahwa cinta ini sudah terlalu tua untuk dirinya.
——————————————————————————————
4. Hanya Isyarat
Sutradara: Happy Salma
Penulis: Key Mangunsong
Sinopsis:
Lima orang backpackers bertemu lewat forum milis. Meskipun baru beberapa hari bertemu, Tano, Dali, Bayu dan Raga tampak sudah akrab bagaikan sahabat lama, amat kontras dengan Al yang selalu menyendiri dan menjaga jarak.
Diam-diam, Al jatuh cinta pada Raga, sosok yang selama beberapa hari ini hanya mampu dikaguminya dari kejauhan, dari siluet punggungnya saja.
Di suatu malam, kelima orang ini mengadakan permainan kecil, yaitu berlomba menceritakan kisah paling sedih yang mereka punya. Saat Raga menceritakan kisahnya, Al semakin terpukul. Meskipun Al keluar sebagai pemenang, namun Al semakin terseret pada daya tarik Raga, lelaki yang mungkin tak akan pernah ia miliki selamanya karena sebuah rahasia besar dalam diri Raga.
——————————————————————————————
5. Cicak di Dinding
Sutradara: Cathy Sharon
Penulis: Ve Handojo
Sinopsis:
Di suatu malam, Bram, seorang pelukis muda yang masih lugu, bertemu dengan Saras, seorang wanita penghibur yang jauh lebih tua dan lebih “berpengalaman”.
Saras memberikan malam yang sangat berkesan saat itu. Tanpa direncanakan, mereka bertemu lagi. Kali ini mereka berusaha membangun pertemanan, meskipun akhirnya Bram tak kuasa untuk jatuh cinta pada Saras. Saras memutuskan untuk pergi, menghilang dari hidup Bram, dan meminta Bram untuk tidak mencarinya. Bram berusaha mencari Saras, namun gagal. Akhirnya, Bram tenggelam dalam kesibukannya sebagai seorang pelukis muda.
Enam tahun kemudian, Bram bertemu lagi dengan Saras di malam pembukaan pameran tunggal perdananya. Namun kali ini Saras membawa kejutan yang akan menentukan masa depan dan kebahagiaan mereka berdua.
-
Perempuan-Perempuan di Balik “Rectoverso”
“Rectoverso” berawal dari sebuah perkawinan antara karya sastra dan musik indah dari hasil karya seorang Dewi ‘Dee’ Lestari di tahun 2008. Sebuah perpaduan antara membaca dan mendengar yang belum pernah ada di dunia sastra Indonesia, “Rectoverso” menggebrak dan menarik perhatian pecinta sastra dan musik di penjuru Tanah Air.

Tahun demi tahun berlalu, greget “Rectoverso” masih terdengar nyaring, meskipun Dee telah menelurkan beberapa karya lainnya yang makin mengukuhkan posisinya sebagai penulis ternama di negeri ini.
Namun “Rectoverso” meninggalkan kesan yang mendalam terhadap Marcella Zalianty, pemenang Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik (Brownies). Tertantang untuk melanjutkan kiprahnya sebagai produser setelah sukses dalam film Batas yang menuai banyak pujian, maka Marcella pun bertekad membawa “Rectoverso” ke layar lebar.

Tak puas hanya menjadi produser, kali ini Marcella juga bertindak sebagai sutradara. Namun tak hanya seorang diri, ia pun membawa sederet artis papan atas Indonesia untuk pertama kalinya turut menyutradarai proyek film layar lebar ini. Mengangkat lima cerita dari buku “Rectoverso”, maka film ini pun akan menghadirkan lima sutradara perempuan yang akan memberikan sentuhan khas masing-masing di setiap cerita.
Nama Cathy Sharon mencuat saat dia menjadi pembawa acara di sebuah saluran musik internasional. Sejalan dengan karirnya di dunia akting, Cathy pun makin dikenal atas aktingnya yang makin matang.

Sebagai pembawa acara kenamaan, Olga Lydia telah dikenal masyarakat luas. Namun yang tak banyak orang ketahui adalah kecintaan Olga terhadap karya sastra Indonesia. Beberapa kali menjadi co-produser maupun eksekutif produser film panjang dan film pendek Indonesia, kali ini Olga menjajal intuisinya sebagai seniman untuk mengarahkan salah satu cerita dalam “Rectoverso”.

Kehadiran Happy Salma di setiap karya yang melibatkan dirinya membuat kita tak bisa berpaling. Peraih Piala Citra sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terbaik di film 7 Hati, 7 Cinta, 7 Wanita ini semakin memperkuat profil dirinya sebagai seniman serba bisa, tak terkecuali keterlibatannya sebagai sutradara di film “Rectoverso” ini.

Sebagai aktris, Rachel Maryam menuai banyak pujian di film berkelas seperti Eliana, Eliana, dan Arisan! yang memberinya Piala Citra sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terbaik. Meskipun saat ini nama Rachel lebih dikenal sebagai wakil rakyat, kecintaannya terhadap dunia seni peran yang membesarkan namanya pun masih membuatnya turut terlibat dalam “Rectoverso”.

